Mengajarkan anak menepati janji

Meruya, selasa 30 september 2014, pukul 0:22 wib
Malam ini aku tidak bisa memejamkan mata, masih tergiang kata maaf dari anakku Putri, maafkan aku yah papi, dengan sikap tegas saya bilang padanya tidak. Hal ini saya lakukan karena ia telah berkali-kali berjanji dan mengulanginya lagi, dengan cara lembut dahulu telah saya maafkan, ia mengulangi lagi, dengan cara agak tegas ia mengulanginya lagi, dan akhirnya dengan tegas saya menolaknya dan menjauhkan tidurnya malam ini, mungkin sangat menyakitkan Putriki saat engkau masih berusia 6 tahun, tetapi hal ini lebih baik papi lakukan terlebib dahulu daripada orang lain yang melakukan padamu nantinya dan itu membuat papi lebih sakit, papi ingin mengajarkan padamu bahwa janji harus ditepati apapun resikonya, jika kau tak sanggup berjanji maka jangan kau utarakan janji itu nak.
Janji itu hutang dan harus dibayar. Kadang sakit hati ini mendengar Putri mengutarakan ketakutannya padaku, karena kadang saya bersikap tegas dan tanpa kompromi, tetapi dalan hati ini bertujuan untuk kebaikanmu, agar engkau nantinya bertanggung jawab, apalagi engkau seorang perempuan yang memikul tanggung jawab untuk mendidik anak-anakmu nantinya, engkau harus lebih kuat dari seorang pria, tugas seorang perempuan lebih berat, ditanganmu ada masa depan anak-anakmu nantinya.
Besok papi tidak mengantarmu nak karena papi ingin memberi tahu padamu bahwa janji itu harus dipenuhi, dalam hati papi ingin sekali memelukmu dan memaafkanmu tanpa putri minta. Peran ini papi lakukan untuk masa depanmu, mungkin sekarang kau bisa bilang jahat, kejam tetapi suatu saat kau akan mengerti tentang arti sebuah janji dan mengapa papi melakukan ini.
Proses membentuk karakter anak di Ebook Adakah Sedikit Waktu Untukku ?



Komentar

Postingan Populer